OPTIMALISASI KONTROL DIRI MELALUI TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) TERINTEGRASI TERAPI MEMAAFKAN PADA PASIEN RISIKO PERILAKU KEKERASAN
OPTIMIZATION OF SELF-CONTROL THROUGH GROUP ACTIVITY THERAPY (GAT) INTEGRATED WITH FORGIVENESS THERAPY IN PATIENTS AT RISK OF VIOLENT BEHAVIOR
DOI:
https://doi.org/10.52236/ih.v14i1.898Keywords:
Risiko Perilaku Kekerasan, Terapi Aktivitas Kelompok, Terapi MemaafkanAbstract
Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan respons individu yang muncul akibat ketidakmampuan mengendalikan emosi, yang kemudian termanifestasi dalam bentuk kemarahan dan tindakan agresif yang berpotensi membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan risiko perilaku kekerasan adalah penerapan terapi aktivitas kelompok yang dikombinasikan dengan terapi memaafkan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penatalaksanaan terapi aktivitas kelompok dengan terapi memaafkan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus (case study research) melalui penerapan proses keperawatan. Subjek penelitian terdiri dari tiga pasien dengan diagnosis risiko perilaku kekerasan. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan bahwa seluruh subjek memiliki riwayat perilaku kekerasan, ditandai dengan tindakan pemukulan, perilaku mondar-mandir, mengepalkan tangan, pandangan tajam, mudah tersinggung, kecurigaan, ekspresi emosi labil, pembicaraan keras, ketus, cepat, disertai umpatan, pengulangan pembicaraan, serta konsentrasi yang mudah teralihkan. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan adalah risiko perilaku kekerasan yang berhubungan dengan disfungsi sistem keluarga dan risiko perilaku kekerasan yang berhubungan dengan halusinasi. Rencana keperawatan difokuskan pada pengendalian kemarahan melalui terapi aktivitas kelompok yang dikombinasikan dengan terapi memaafkan. Intervensi dilaksanakan selama empat hari dengan empat kali pertemuan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada subjek pertama dan kedua, masalah risiko perilaku kekerasan teratasi, sedangkan pada subjek ketiga masalah teratasi sebagian. Kesimpulan: Masalah risiko perilaku kekerasan pada pasien teratasi sebagian, namun penerapan terapi aktivitas kelompok yang dikombinasikan dengan terapi memaafkan terbukti efektif dalam menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan.References
Abidin zainal dan Purwanto. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif. Yogyakarta: Pustaka Belajar
Anwar, I. C. (2023). Data dan tren kesehatan mental masyarakat Indonesia tahun 2023. Tirto.id.
Fanning, J. R., Keedy, S., Berman, M. E., & Lee, R. (2019). Neural Correlates Of Aggression And Violence In Mental Disorders. Current Psychiatry Reports, 21(6), 1–9. https://doi.org/10.1007/s11920-019-1031-5
Keliat, B. A. (2019). Asuhan keperawatan jiwa. Jakarta: EGC.
Keliat, B. A., Akemat, Helena, N., & Nurhaeni, H. (2020). Keperawatan kesehatan jiwa komunitas. Jakarta: EGC.
Lestari, R., Jannah, M., & Dineva, A. (2020). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Risiko Perilaku Kekerasan Di Rumah Sakit Jiwa. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(2), 145–152.
Nursalam, & Nurs, A. (2020). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan (Edisi 4). Jakarta: Salemba Medika.
Pardede, J. A., & Laia, R. M. (2020). Pengaruh Terapi Aktivitas Kelompok Stimulasi Persepsi Terhadap Penurunan Perilaku Kekerasan Pada Pasien Skizofrenia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 8(3), 291–300. https://doi.org/10.26714/jkj.8.3.2020.291-300
Prabowo, E. (2014). Konsep dan aplikasi asuhan keperawatan jiwa. Yogyakarta: Nuha Medika.
Rekam Medik RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta. (2022). Laporan data pasien rawat inap bulan Februari 2022. Surakarta: RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.
Suerni, T., & Livana, P. H. (2019). Gambaran Risiko Perilaku Kekerasan Pada Pasien Gangguan Jiwa. Jurnal Keperawatan, 11(1), 12–18.
Suhron, M., Yusuf, A., & Subroto, U. (2020). Forgiveness Therapy To Reduce Aggression In Mental Disorder Patients. International Journal of Psychosocial Rehabilitation, 24(4), 3651–3660.
Sutejo. (2019). Keperawatan Jiwa Konsep Dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Tanaya, V. Y. (2023). Prevalensi Gangguan Mental Emosional di Jawa Tengah. Jurnal Keperawatan Silampari, 6(1), 1–23.
Tim Pokja SLKI DPP PPNI. (2018). Standar luaran keperawatan Indonesia. Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization. (2022). World mental health report: Transforming mental health for all. Geneva: WHO.
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








