PENGARUH PEMBERIAN JUS WORTEL DAN MADU TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PASCA SECTIO CAESAREA (SC)
THE EFFECT OF CARROT JUICE AND HONEY ON WOUND HEALING FOLLOWING A CAESAREAN SECTION (CS
DOI:
https://doi.org/10.52236/ih.v14i2.982Keywords:
jus wortel, madu, Penyembuhan Luka, Sectio CaesareAbstract
Angka persalinan melalui Sectio Caesarea (SC) terus meningkat secara global dan berkontribusi terhadap meningkatnya kebutuhan perawatan luka pascaoperasi. World Health Organization (WHO)(Organization, 2021) memperkirakan angka ideal persalinan dengan operasi caesar adalah sekitar 10% hingga 15% dari seluruh proses persalinan. Ibu yang menjalani operasi caesar memiliki luka di abdomen yang harus dirawat dengan baik untuk mencegah timbulnya infeksi. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk mempercepat penyembuhan luka adalah dengan pemberian kombinasi jus wortel dan madu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberian jus wortel dan madu terhadap penyembuhan luka pasca-SC di RSU Pindad Turen Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan Quasi-Eksperiment dengan desain Post-test Only Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di RSU Pindad Turen mulai 1 Maret 2026, dengan jumlah sampel 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi (n=15) diberikan 200 gram jus wortel yang dikombinasikan dengan 1 sendok makan madu selama 3 hari berturut-turut, dan kelompok kontrol (n=15) mendapatkan perawatan standar. Pengumpulan data menggunakan data primer. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Mann-Whitney karena data tidak terdistribusi normal. Hasil analisis univariat menunjukkan nilai median skor penyembuhan luka kelompok intervensi adalah 5 (4–5) dan kelompok kontrol adalah 3 (2–3). Hasil uji statistik Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan bermakna penyembuhan luka pasca-SC antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p < 0,001). Disimpulkan bahwa kombinasi jus wortel dan madu berpengaruh signifikan terhadap penyembuhan luka pascaoperasi caesar. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi tenaga kesehatan untuk lebih proaktif memberikan asuhan nutrisi berbasis bahan alami pada ibu pasca-SC guna mencegah infeksi dan mempercepat pemulihan.
References
Adipura, R., Sari, D. P., & Wijaya, H. (2021). Metodologi penelitian kesehatan: Teknik pengambilan sampel dan analisis data. Penerbit Kesehatan Indonesia.
Anggraini, D. (2017). Pengaruh pemberian jus wortel terhadap penyembuhan luka pasca sectio caesarea. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 13(2), 112–119.
Bardaa, S., Ben Halima, N., Aloui, F., Ben Mansour, R., Jabeur, H., Bouaziz, M., & Sahnoun, Z. (2016). Oil from pumpkin (Cucurbita pepo L.) seeds: Evaluation of its functional properties on wound healing in rats. Lipids in Health and Disease, 15(1), 73.
Cahyono, T. (2019). Efektivitas madu terhadap penyembuhan luka pasca sectio caesarea. Jurnal Ilmu Keperawatan Maternitas, 2(1), 45–52.
Combarros-Fuertes, P., Fresno, J. M., Estevinho, M. M., Sousa-Pimenta, M., Tornadijo, M. E., & Estevinho, L. M. (2020). Honey: Another alternative in the fight against antibiotic-resistant bacteria? In Antibiotics (Vol. 9, Number 11, pp. 1–21). https://doi.org/10.3390/antibiotics9110774
Additional Files
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









